Artikel Guru

Dasar Kriptografi: Melindungi Data dengan Enkripsi, Hash, dan Tanda Tangan Digital

Dalam kehidupan sehari-hari, banyak informasi dikirimkan melalui jaringan komputer. Informasi tersebut dapat berupa pesan, kata sandi, data peserta didik, nilai ujian, dokumen, transaksi, maupun konfigurasi perangkat.

Dasar Kriptografi: Melindungi Data dengan Enkripsi, Hash, dan Tanda Tangan Digital

Ditulis oleh Guru SKJ pada 28 Jul 2026

Dasar Kriptografi: Melindungi Data dengan Enkripsi, Hash, dan Tanda Tangan Digital

Pendahuluan

Dalam kehidupan sehari-hari, banyak informasi dikirimkan melalui jaringan komputer. Informasi tersebut dapat berupa pesan, kata sandi, data peserta didik, nilai ujian, dokumen, transaksi, maupun konfigurasi perangkat.

Ketika data dikirimkan melalui jaringan, terdapat risiko data disadap, dibaca, diubah, atau dipalsukan oleh pihak yang tidak berwenang.

Kriptografi digunakan untuk membantu melindungi data tersebut.

Contoh penggunaan kriptografi dapat ditemukan pada:

  • HTTPS pada website;

  • aplikasi perbankan;

  • WhatsApp dan aplikasi pesan;

  • VPN;

  • Wi-Fi WPA2 dan WPA3;

  • SSH;

  • sertifikat digital;

  • penyimpanan kata sandi;

  • tanda tangan elektronik;

  • aplikasi CBT;

  • transaksi digital.

Tanpa kriptografi, data penting yang dikirimkan melalui jaringan dapat lebih mudah dibaca oleh pihak lain.


1. Pengertian Kriptografi

Kriptografi adalah ilmu dan teknik untuk melindungi informasi dengan mengubah data menjadi bentuk yang sulit dipahami oleh pihak yang tidak memiliki izin.

Kata kriptografi berasal dari bahasa Yunani:

kryptos  = tersembunyi
graphein = menulis

Secara sederhana, kriptografi berarti tulisan tersembunyi.

Dalam kriptografi, pesan asli diubah menjadi bentuk tertentu agar tidak mudah dibaca.

Contoh:

Pesan asli:
UJIAN DIMULAI PUKUL 08.00

Pesan terenkripsi:
X7K9-PQ2M-81ZT-LA45

Pesan asli disebut plaintext.

Pesan yang sudah diubah disebut ciphertext.


2. Istilah Dasar dalam Kriptografi

Beberapa istilah penting dalam kriptografi adalah sebagai berikut.

2.1 Plaintext

Plaintext adalah data asli yang masih dapat dibaca.

Contoh:

Username: admin
Password: LabSija2026

2.2 Ciphertext

Ciphertext adalah data yang sudah dienkripsi sehingga tidak mudah dipahami.

Contoh:

7fA9xP2Qm81Lz0Kd

2.3 Encryption

Encryption atau enkripsi adalah proses mengubah plaintext menjadi ciphertext.

Alurnya:

Plaintext
    |
  Enkripsi
    |
Ciphertext

2.4 Decryption

Decryption atau dekripsi adalah proses mengembalikan ciphertext menjadi plaintext.

Ciphertext
    |
  Dekripsi
    |
Plaintext

2.5 Key

Key atau kunci adalah nilai yang digunakan dalam proses enkripsi dan dekripsi.

Tanpa kunci yang benar, data terenkripsi seharusnya sulit dibaca.

2.6 Algorithm

Algorithm atau algoritma adalah aturan matematis yang digunakan untuk mengubah data.

Contoh algoritma kriptografi:

  • AES;

  • RSA;

  • ChaCha20;

  • SHA-256;

  • SHA-3;

  • ECC.


3. Tujuan Kriptografi

Kriptografi tidak hanya digunakan untuk menyembunyikan pesan. Kriptografi memiliki beberapa tujuan utama.

3.1 Confidentiality

Confidentiality berarti kerahasiaan.

Data hanya boleh dibaca oleh pihak yang memiliki izin.

Contoh:

  • isi VPN tidak dapat dibaca dengan mudah oleh penyadap;

  • password tidak dikirimkan dalam bentuk terbuka;

  • data nilai tidak dapat dilihat pengguna biasa.

3.2 Integrity

Integrity berarti keutuhan data.

Data harus tetap utuh dan tidak berubah selama dikirimkan atau disimpan.

Contoh:

Data awal:
Nilai = 85

Data setelah dikirim:
Nilai = 85

Jika nilai berubah menjadi 95 tanpa izin, integritas data telah terganggu.

3.3 Authentication

Authentication berarti memastikan identitas pihak yang berkomunikasi.

Contoh:

  • memastikan website benar-benar milik sekolah;

  • memastikan pengguna VPN adalah administrator yang sah;

  • memastikan server yang diakses bukan server palsu.

3.4 Non-Repudiation

Non-repudiation berarti pihak yang melakukan tindakan tidak dapat dengan mudah menyangkal tindakan tersebut.

Contoh:

  • dokumen ditandatangani secara digital;

  • transaksi memiliki bukti digital;

  • pengirim tidak dapat menyangkal bahwa ia mengirim dokumen tertentu.


4. Cara Kerja Kriptografi Secara Sederhana

Misalnya seorang administrator mengirimkan pesan:

Backup CBT selesai.

Pesan tersebut dienkripsi menggunakan sebuah kunci.

Plaintext:
Backup CBT selesai.

Kunci:
KUNCI-RAHASIA

Hasil enkripsi:
Q7M2-X9PK-81RT

Penerima yang memiliki kunci dapat melakukan dekripsi.

Q7M2-X9PK-81RT
        |
     Dekripsi
        |
Backup CBT selesai.

Pihak yang tidak memiliki kunci hanya melihat ciphertext.


5. Kriptografi Klasik dan Modern

5.1 Kriptografi Klasik

Kriptografi klasik menggunakan teknik sederhana seperti mengganti atau menggeser huruf.

Contohnya:

  • Caesar Cipher;

  • substitusi;

  • transposisi;

  • Vigenère Cipher.

Kriptografi klasik berguna untuk memahami konsep dasar, tetapi tidak cukup aman untuk sistem modern.

5.2 Kriptografi Modern

Kriptografi modern menggunakan operasi matematika dan komputasi.

Contohnya:

  • AES;

  • RSA;

  • ECC;

  • SHA-256;

  • ChaCha20.

Kriptografi modern digunakan pada:

  • HTTPS;

  • VPN;

  • SSH;

  • aplikasi perbankan;

  • sertifikat digital;

  • autentikasi;

  • penyimpanan password.


6. Caesar Cipher

Caesar Cipher adalah metode enkripsi dengan menggeser huruf beberapa posisi.

Misalnya pergeseran tiga huruf.

A menjadi D
B menjadi E
C menjadi F

Contoh pesan:

DATA

Setelah digeser tiga posisi:

GDWD

Proses:

D → G
A → D
T → W
A → D

Caesar Cipher mudah dipahami, tetapi sangat mudah dipecahkan.

Jumlah kemungkinan pergeserannya sedikit sehingga penyerang dapat mencoba seluruh kemungkinan.

Metode ini sebaiknya hanya digunakan untuk pembelajaran.


7. Kriptografi Simetris

Kriptografi simetris menggunakan satu kunci yang sama untuk enkripsi dan dekripsi.

Pengirim                  Penerima
   |                         |
Kunci A                   Kunci A
   |                         |
Enkripsi --------------> Dekripsi

Contoh algoritma simetris:

  • AES;

  • ChaCha20;

  • DES;

  • 3DES;

  • Blowfish.

DES dan 3DES termasuk algoritma lama dan tidak lagi menjadi pilihan utama untuk sistem baru.

Kelebihan kriptografi simetris

  • proses cepat;

  • efisien;

  • cocok untuk data berukuran besar;

  • banyak digunakan pada VPN;

  • cocok untuk enkripsi penyimpanan.

Kekurangan kriptografi simetris

  • kunci harus dibagikan dengan aman;

  • jika kunci bocor, data dapat dibaca;

  • pengelolaan kunci menjadi sulit jika pengguna banyak.

Contoh penggunaan

AES dapat digunakan untuk mengenkripsi data di dalam tunnel VPN.

Data pengguna
      |
  Enkripsi AES
      |
Tunnel VPN
      |
  Dekripsi AES
      |
Data diterima

8. Kriptografi Asimetris

Kriptografi asimetris menggunakan dua kunci:

  • public key;

  • private key.

Public key dapat dibagikan kepada orang lain.

Private key harus dirahasiakan oleh pemiliknya.

Public Key  = boleh dibagikan
Private Key = harus dirahasiakan

Contoh algoritma asimetris:

  • RSA;

  • ECC;

  • Ed25519;

  • Diffie-Hellman untuk pertukaran kunci.

Cara kerja sederhana

Jika data dienkripsi menggunakan public key penerima, data tersebut hanya dapat dibuka menggunakan private key yang sesuai.

Pengirim
   |
Public Key penerima
   |
Enkripsi
   |
Ciphertext
   |
Penerima
   |
Private Key penerima
   |
Dekripsi

Kelebihan

  • tidak perlu membagikan private key;

  • cocok untuk pertukaran kunci;

  • mendukung tanda tangan digital;

  • mendukung sertifikat digital.

Kekurangan

  • proses lebih lambat;

  • membutuhkan perhitungan lebih kompleks;

  • tidak efisien untuk mengenkripsi data besar secara langsung.


9. Perbedaan Kriptografi Simetris dan Asimetris

Aspek Simetris Asimetris
Jumlah kunci Satu kunci Dua kunci
Jenis kunci Kunci rahasia bersama Public key dan private key
Kecepatan Lebih cepat Lebih lambat
Cocok untuk Data berukuran besar Pertukaran kunci dan tanda tangan
Contoh algoritma AES, ChaCha20 RSA, ECC
Risiko utama Kunci bersama bocor Private key bocor

Dalam praktiknya, banyak sistem menggunakan keduanya sekaligus.

Kriptografi asimetris digunakan untuk melakukan pertukaran kunci. Setelah itu, kriptografi simetris digunakan untuk mengenkripsi data utama.


10. Hash

Hash adalah proses mengubah data menjadi nilai ringkas dengan panjang tertentu.

Contoh:

Data:
admin123

Hash:
240be518fabd2724ddb6f04eeb1a3e18...

Hash berbeda dengan enkripsi.

Data yang sudah di-hash tidak dirancang untuk dikembalikan menjadi bentuk awal.

Enkripsi:
Dapat didekripsi menggunakan kunci.

Hash:
Tidak dirancang untuk dikembalikan.

Contoh algoritma hash:

  • SHA-256;

  • SHA-3;

  • SHA-512.

Algoritma lama seperti MD5 dan SHA-1 sudah tidak disarankan untuk kebutuhan keamanan modern karena memiliki kelemahan.

Fungsi hash

Hash dapat digunakan untuk:

  • memeriksa integritas file;

  • menyimpan password;

  • membuat tanda tangan digital;

  • memverifikasi hasil unduhan;

  • mendeteksi perubahan data.


11. Penyimpanan Password

Password sebaiknya tidak disimpan dalam bentuk plaintext.

Contoh yang tidak aman:

Username: admin
Password: admin123

Jika database bocor, password langsung terbaca.

Cara yang lebih aman adalah menyimpan hasil hash password.

Username: admin
Password Hash: $2b$12$...

Untuk password, sebaiknya digunakan algoritma yang memang dirancang untuk hashing password, seperti:

  • bcrypt;

  • Argon2;

  • scrypt;

  • PBKDF2.

Password tidak sebaiknya hanya di-hash menggunakan SHA-256 biasa karena terlalu cepat dan lebih mudah diuji dalam jumlah besar oleh penyerang.


12. Salt

Salt adalah data acak yang ditambahkan sebelum password di-hash.

Contoh:

Password:
admin123

Salt:
X7P9Q2

Gabungan:
admin123X7P9Q2

Kemudian data tersebut di-hash.

Salt membantu mencegah dua pengguna dengan password sama menghasilkan hash yang sama.

Tanpa salt:

User A: admin123 → hash XYZ
User B: admin123 → hash XYZ

Dengan salt:

User A: admin123 + salt A → hash ABC
User B: admin123 + salt B → hash DEF

13. Tanda Tangan Digital

Tanda tangan digital digunakan untuk membuktikan bahwa sebuah data berasal dari pihak tertentu dan tidak diubah.

Tanda tangan digital menggunakan private key dan public key.

Proses sederhananya:

Dokumen
   |
Hash
   |
Ditandatangani dengan private key
   |
Digital signature

Penerima dapat memverifikasi tanda tangan menggunakan public key pengirim.

Tanda tangan digital membantu menjamin:

  • identitas pengirim;

  • integritas dokumen;

  • non-repudiation.

Tanda tangan digital tidak sama dengan gambar tanda tangan yang ditempelkan pada dokumen.

Gambar tanda tangan hanya merupakan gambar. Tanda tangan digital menggunakan proses kriptografi.


14. Sertifikat Digital

Sertifikat digital adalah dokumen elektronik yang menghubungkan identitas dengan public key.

Sertifikat digital biasanya berisi:

  • nama domain;

  • pemilik sertifikat;

  • public key;

  • masa berlaku;

  • penerbit sertifikat;

  • tanda tangan penerbit.

Sertifikat digunakan pada HTTPS.

Ketika pengguna membuka:

https://cbt.sekolah.sch.id

browser akan memeriksa sertifikat website.

Tujuannya adalah memastikan:

  • domain sesuai;

  • sertifikat masih berlaku;

  • sertifikat diterbitkan oleh pihak terpercaya;

  • koneksi dapat dienkripsi.


15. Certificate Authority

Certificate Authority atau CA adalah pihak yang menerbitkan dan memverifikasi sertifikat digital.

CA bertugas memastikan bahwa public key tertentu benar-benar berkaitan dengan identitas atau domain tertentu.

Contoh alur:

Website sekolah
      |
Mengajukan sertifikat
      |
Certificate Authority
      |
Validasi domain
      |
Sertifikat diterbitkan

Sertifikat dapat berupa:

  • sertifikat publik;

  • sertifikat internal;

  • self-signed certificate.

Self-signed certificate dibuat dan ditandatangani sendiri. Jenis ini dapat digunakan untuk laboratorium atau jaringan internal, tetapi browser biasanya menampilkan peringatan karena penerbitnya belum dipercaya.


16. HTTPS

HTTPS merupakan HTTP yang menggunakan perlindungan TLS.

Perbandingan:

HTTP  : data dapat dikirim tanpa perlindungan TLS
HTTPS : data dilindungi menggunakan TLS

Pada HTTPS, kriptografi digunakan untuk:

  • mengenkripsi koneksi;

  • memverifikasi identitas server;

  • menjaga integritas data;

  • mengurangi risiko penyadapan.

Alamat HTTPS biasanya menggunakan:

https://

dan port:

443

17. TLS

TLS adalah protokol yang digunakan untuk mengamankan komunikasi jaringan.

TLS digunakan pada:

  • HTTPS;

  • email aman;

  • API;

  • aplikasi;

  • layanan jaringan tertentu;

  • sebagian jenis VPN.

TLS menggantikan SSL versi lama.

Walaupun masyarakat masih sering menyebut “sertifikat SSL”, implementasi modern umumnya menggunakan TLS.


18. Kriptografi pada VPN

VPN menggunakan kriptografi untuk membuat tunnel yang lebih aman melalui internet.

Data sebelum masuk tunnel:

Data asli

Kemudian dienkripsi:

Data terenkripsi

Setelah tiba di tujuan, data didekripsi kembali.

Laptop Remote
      |
   Enkripsi
      |
Internet
      |
Tunnel VPN
      |
   Dekripsi
      |
MikroTik
      |
CBT Server
192.168.0.200

Kriptografi pada VPN dapat digunakan untuk:

  • menjaga kerahasiaan data;

  • memastikan identitas pengguna;

  • melindungi integritas paket;

  • mencegah penyadapan;

  • mengamankan akses remote.

VPN yang terenkripsi tidak berarti seluruh sistem otomatis aman. Keamanan tetap bergantung pada:

  • algoritma yang digunakan;

  • kekuatan password;

  • keamanan private key;

  • konfigurasi firewall;

  • pembaruan perangkat;

  • keamanan endpoint.


19. Studi Kasus CBT Server

Sebuah sekolah memiliki CBT Server di VirtualBox.

Konfigurasi:

MikroTik LAN : 192.168.0.1
Windows Host : 192.168.0.20
CBT Server   : 192.168.0.200
VPN Client   : 10.10.10.10

Administrator ingin mengakses CBT Server dari luar sekolah.

Tanpa VPN:

Administrator
      |
Internet
      |
Port terbuka
      |
CBT Server

Jika aplikasi hanya menggunakan HTTP, data login dapat lebih berisiko disadap.

Dengan VPN dan HTTPS:

Administrator
      |
VPN terenkripsi
      |
MikroTik
      |
HTTPS
      |
CBT Server

Dalam skenario tersebut, kriptografi bekerja pada beberapa lapisan:

  1. VPN mengenkripsi jalur dari administrator ke MikroTik.

  2. HTTPS mengenkripsi komunikasi browser dengan CBT Server.

  3. Password disimpan menggunakan password hashing.

  4. Sertifikat digital memverifikasi identitas server.

  5. Hash dapat digunakan untuk memeriksa integritas file backup.


20. Contoh Pemeriksaan Hash File

Administrator mengunduh file backup CBT.

Sebelum file digunakan, administrator membandingkan hash.

Contoh:

File:
backup-cbt.zip

SHA-256:
9f86d081884c7d659a2feaa0c55ad015...

Jika hash file yang diterima berbeda, berarti file kemungkinan:

  • rusak;

  • berubah;

  • tidak lengkap;

  • dimodifikasi.

Pada Windows, hash dapat diperiksa menggunakan PowerShell:

Get-FileHash .\backup-cbt.zip -Algorithm SHA256

Pada Linux:

sha256sum backup-cbt.zip

21. Contoh Sederhana Hash dengan Python

Contoh berikut digunakan untuk pembelajaran.

import hashlib

data = "Belajar Kriptografi"
hasil_hash = hashlib.sha256(data.encode("utf-8")).hexdigest()

print("Data asli :", data)
print("SHA-256   :", hasil_hash)

Hasil hash akan berubah jika isi data berubah.

Contoh:

Belajar Kriptografi

berbeda dengan:

belajar kriptografi

Perubahan huruf besar dan kecil akan menghasilkan hash yang berbeda.


22. Contoh Caesar Cipher dengan Python

def caesar_encrypt(text: str, shift: int) -> str:
    result = []

    for char in text:
        if char.isalpha():
            base = ord("A") if char.isupper() else ord("a")
            encrypted = chr((ord(char) - base + shift) % 26 + base)
            result.append(encrypted)
        else:
            result.append(char)

    return "".join(result)


message = "DATA CBT AMAN"
encrypted = caesar_encrypt(message, 3)

print("Pesan asli :", message)
print("Terenkripsi:", encrypted)

Caesar Cipher hanya digunakan untuk memahami konsep. Metode ini tidak boleh digunakan untuk melindungi data penting.


23. Serangan terhadap Kriptografi

Kriptografi dapat gagal jika digunakan secara tidak tepat.

23.1 Brute Force

Penyerang mencoba banyak kemungkinan kunci atau password.

Pencegahan:

  • gunakan password panjang;

  • gunakan algoritma kuat;

  • gunakan key length yang memadai;

  • batasi percobaan login.

23.2 Dictionary Attack

Penyerang mencoba daftar password yang umum digunakan.

Contoh password berisiko:

123456
password
admin123
sekolah2026

23.3 Man-in-the-Middle

Penyerang berada di tengah komunikasi.

Pencegahan:

  • gunakan sertifikat valid;

  • verifikasi identitas server;

  • gunakan HTTPS;

  • gunakan VPN;

  • jangan abaikan peringatan sertifikat.

23.4 Pencurian Private Key

Jika private key dicuri, penyerang dapat menyamar sebagai pemiliknya.

Private key harus:

  • disimpan dengan aman;

  • dilindungi password;

  • tidak dikirim melalui grup;

  • tidak disimpan sembarangan;

  • dicabut jika diketahui bocor.

23.5 Algoritma Lemah

Algoritma lama dapat memiliki kelemahan.

Contoh yang sebaiknya dihindari untuk sistem baru:

  • DES;

  • RC4;

  • MD5 untuk keamanan;

  • SHA-1 untuk sertifikat;

  • protokol SSL lama.


24. Kesalahan Umum dalam Penggunaan Kriptografi

Menggunakan password pendek

Password pendek lebih mudah ditebak.

Menyimpan password sebagai plaintext

Jika database bocor, seluruh password langsung terbaca.

Membuat algoritma sendiri

Algoritma buatan sendiri belum tentu aman.

Gunakan algoritma dan library yang telah diuji.

Membagikan private key

Private key tidak boleh dibagikan.

Mengabaikan peringatan sertifikat

Peringatan sertifikat dapat menunjukkan masalah identitas server.

Menggunakan satu password untuk semua layanan

Jika satu layanan bocor, layanan lain ikut terancam.

Tidak memperbarui sistem

Library kriptografi yang lama dapat memiliki celah keamanan.

Menganggap enkripsi menyelesaikan semua masalah

Enkripsi tidak melindungi dari semua ancaman.

Jika endpoint sudah dikuasai malware, data dapat dicuri sebelum dienkripsi atau setelah didekripsi.


25. Praktik Aman dalam Menggunakan Kriptografi

Beberapa praktik yang disarankan:

  1. Gunakan algoritma modern.

  2. Gunakan library terpercaya.

  3. Jangan membuat algoritma kriptografi sendiri.

  4. Simpan private key secara aman.

  5. Gunakan password kuat.

  6. Gunakan password hashing khusus.

  7. Gunakan salt.

  8. Gunakan HTTPS.

  9. Verifikasi sertifikat.

  10. Gunakan VPN untuk akses remote.

  11. Lakukan rotasi kunci jika diperlukan.

  12. Cabut sertifikat atau kunci yang bocor.

  13. Perbarui perangkat lunak.

  14. Backup kunci secara aman.

  15. Batasi hak akses.


26. Perbedaan Encoding, Encryption, dan Hashing

Ketiga istilah ini sering tertukar.

Encoding

Encoding mengubah format data agar dapat digunakan oleh sistem lain.

Contoh:

  • Base64;

  • URL encoding;

  • UTF-8.

Encoding bukan perlindungan keamanan.

Data Base64 dapat dikembalikan dengan mudah tanpa kunci.

Encryption

Encryption digunakan untuk menjaga kerahasiaan data.

Untuk membuka data diperlukan kunci.

Hashing

Hashing menghasilkan nilai ringkas dan tidak dirancang untuk dibalik.

Tabel perbandingan:

Aspek Encoding Encryption Hashing
Tujuan Mengubah format Menjaga kerahasiaan Memeriksa atau menyimpan nilai ringkas
Dapat dikembalikan Ya Ya, dengan kunci Tidak dirancang untuk dikembalikan
Memerlukan kunci Tidak Ya Tidak
Contoh Base64 AES, RSA SHA-256, Argon2

27. Analogi Sederhana

Enkripsi

Enkripsi seperti memasukkan surat ke dalam kotak terkunci.

Hanya orang yang memiliki kunci yang dapat membuka kotak tersebut.

Hash

Hash seperti sidik jari dokumen.

Dokumen yang berbeda akan menghasilkan sidik jari yang berbeda.

Tanda tangan digital

Tanda tangan digital seperti stempel khusus yang membuktikan siapa pengirim dokumen dan apakah dokumen telah berubah.

Sertifikat digital

Sertifikat digital seperti kartu identitas yang menghubungkan identitas seseorang atau server dengan public key.


28. Studi Kasus Analisis

Sebuah sekolah memiliki kondisi berikut:

CBT menggunakan HTTP.
Password admin disimpan dalam database sebagai teks biasa.
VPN menggunakan password admin123.
Sertifikat self-signed diabaikan tanpa pemeriksaan.
Private key disimpan di folder bersama.

Masalah keamanan:

  1. HTTP tidak melindungi komunikasi dengan TLS.

  2. Password disimpan dalam bentuk plaintext.

  3. Password VPN terlalu lemah.

  4. Peringatan sertifikat diabaikan.

  5. Private key dapat diakses banyak orang.

  6. Tidak ada pengelolaan kunci yang baik.

Perbaikannya:

Gunakan HTTPS.
Gunakan Argon2 atau bcrypt untuk password.
Gunakan password VPN yang kuat.
Verifikasi sertifikat.
Batasi akses private key.
Gunakan akun terpisah.
Lakukan backup kunci secara aman.

29. Latihan Pemahaman

Latihan 1

Jelaskan arti istilah berikut:

  • plaintext;

  • ciphertext;

  • encryption;

  • decryption;

  • key.

Latihan 2

Jelaskan perbedaan kriptografi simetris dan asimetris.

Berikan masing-masing satu contoh algoritma.

Latihan 3

Jelaskan perbedaan:

  • encoding;

  • encryption;

  • hashing.

Latihan 4

Mengapa password tidak boleh disimpan sebagai plaintext?

Latihan 5

Jelaskan fungsi sertifikat digital pada HTTPS.

Latihan 6

Sebutkan contoh penggunaan kriptografi pada jaringan sekolah.


30. Soal Evaluasi

Pilihan Ganda

1. Data asli sebelum dienkripsi disebut ....

A. ciphertext
B. plaintext
C. checksum
D. certificate

2. Data setelah dienkripsi disebut ....

A. plaintext
B. public text
C. ciphertext
D. open data

3. Kriptografi simetris menggunakan ....

A. satu kunci yang sama
B. tanpa kunci
C. tiga public key
D. alamat IP

4. Contoh algoritma simetris adalah ....

A. AES
B. RSA
C. SHA-256
D. Base64

5. Kriptografi asimetris menggunakan ....

A. public key dan private key
B. satu password biasa
C. subnet mask
D. alamat MAC

6. Contoh algoritma asimetris adalah ....

A. AES
B. RSA
C. Base64
D. ZIP

7. Fungsi hash adalah ....

A. mengatur gateway
B. menghasilkan nilai ringkas dari data
C. mengubah IP Address
D. membuat VLAN

8. Algoritma yang cocok untuk menyimpan password adalah ....

A. Argon2
B. Base64
C. Caesar Cipher
D. HTTP

9. Salt digunakan untuk ....

A. menambah keunikan hash password
B. mempercepat internet
C. mengatur DNS
D. membuka firewall

10. Sertifikat digital digunakan untuk ....

A. menghubungkan identitas dengan public key
B. membagikan private key
C. mengganti IP private
D. membuat DHCP Server

11. HTTPS menggunakan ....

A. TLS
B. Telnet
C. FTP biasa
D. ARP

12. Tanda tangan digital membantu menjamin ....

A. identitas dan integritas dokumen
B. kecepatan Wi-Fi
C. kapasitas penyimpanan
D. jumlah pengguna DHCP

13. Base64 termasuk ....

A. algoritma enkripsi kuat
B. encoding
C. hashing password
D. tanda tangan digital

14. Private key seharusnya ....

A. dibagikan kepada semua pengguna
B. disimpan secara rahasia
C. ditempel di ruang laboratorium
D. dikirim melalui grup umum

15. Kriptografi pada VPN digunakan untuk ....

A. mengenkripsi komunikasi
B. mengganti kabel
C. memperbesar monitor
D. menambah jumlah port

Kunci Jawaban

1. B
2. C
3. A
4. A
5. A
6. B
7. B
8. A
9. A
10. A
11. A
12. A
13. B
14. B
15. A

31. Kesimpulan

Kriptografi adalah ilmu dan teknik untuk melindungi data menggunakan proses matematika dan kunci tertentu.

Kriptografi membantu menjaga:

  • kerahasiaan;

  • keutuhan;

  • keaslian;

  • bukti tindakan.

Konsep penting dalam kriptografi meliputi:

  • plaintext;

  • ciphertext;

  • enkripsi;

  • dekripsi;

  • kunci;

  • kriptografi simetris;

  • kriptografi asimetris;

  • hash;

  • salt;

  • tanda tangan digital;

  • sertifikat digital;

  • TLS.

Dalam lingkungan sekolah, kriptografi dapat digunakan untuk:

  • mengamankan VPN;

  • melindungi akses CBT;

  • menggunakan HTTPS;

  • menyimpan password;

  • memeriksa integritas backup;

  • melindungi komunikasi administrator;

  • memverifikasi identitas server.

Kriptografi bukan satu-satunya perlindungan keamanan. Kriptografi harus diterapkan bersama firewall, VPN, autentikasi, pembaruan sistem, backup, segmentasi jaringan, dan pengelolaan hak akses.

Setelah memahami materi ini, peserta didik dapat melanjutkan ke praktik:

  • Caesar Cipher sebagai pengenalan;

  • hashing file;

  • hashing password;

  • pembuatan sertifikat;

  • konfigurasi HTTPS;

  • penggunaan SSH;

  • konfigurasi VPN;

  • pengujian komunikasi terenkripsi.