Global Unicast IPv6
Global Unicast IPv6 adalah alamat IPv6 yang dapat dirutekan melalui internet, mirip dengan IP public pada IPv4.
Global Unicast IPv6 adalah alamat IPv6 yang dapat dirutekan melalui internet, mirip dengan IP public pada IPv4.
Ditulis oleh Guru SKJ pada 28 Jul 2026
Global Unicast Address atau GUA adalah alamat IPv6 yang dapat digunakan untuk berkomunikasi melalui internet. Fungsinya kurang lebih menyerupai IP public pada IPv4.
Contoh Global Unicast IPv6:
2404:8000:1234:1000::10
Alamat tersebut dapat menjadi alamat sebuah router, server, komputer, atau perangkat lain yang terhubung ke internet IPv6.
Dalam IPv6, istilah unicast berarti alamat tersebut menunjuk pada satu interface atau satu tujuan tertentu. Ketika paket dikirimkan ke alamat unicast, paket diarahkan menuju perangkat pemilik alamat tersebut.
Secara fungsi, ya. Global Unicast IPv6 merupakan alamat yang dapat dirutekan secara global melalui internet.
Perbandingannya:
| IPv4 | IPv6 |
|---|---|
IP public, misalnya 103.10.20.30 |
Global Unicast, misalnya 2404:8000:1234::10 |
| Jumlah alamat terbatas | Jumlah alamat sangat besar |
| Biasanya menggunakan NAT | Umumnya tidak membutuhkan NAT |
| Satu IP public dipakai banyak perangkat | Setiap perangkat dapat memiliki alamat global sendiri |
Namun, ada perbedaan penting. Pada IPv4, satu pelanggan biasanya hanya memperoleh satu IP public. Pada IPv6, ISP dapat memberikan satu blok atau prefix IPv6 kepada pelanggan.
Contohnya:
2404:8000:1234:5600::/56
Dari prefix /56 tersebut, pelanggan dapat membuat banyak jaringan /64.
Alamat IPv6-nya sendiri biasanya tidak dibeli satu per satu oleh pelanggan rumahan.
Alur pembagiannya adalah:
IANA
↓
APNIC
↓
ISP
↓
Pelanggan
APNIC mengelola ruang alamat IP untuk kawasan Asia Pasifik. ISP memperoleh blok IPv6 dalam jumlah besar, kemudian sebagian prefix diberikan kepada pelanggan. (APNIC)
Bagi pelanggan internet, IPv6 biasanya menjadi bagian dari layanan internet yang sudah digunakan. Karena itu, pelanggan umumnya tidak membayar berdasarkan jumlah alamat IPv6.
Contohnya, ISP dapat memberikan kepada pelanggan:
/64
/60
/56
atau /48
Pelanggan tidak membayar setiap alamat di dalam prefix tersebut. Sebuah prefix /64 saja memiliki jumlah alamat yang sangat besar.
Yang berbayar biasanya bukan sekadar “alamat IPv6”, tetapi fitur layanan yang menyertainya.
Contohnya:
Prefix IPv6 statis
Prefix tidak berubah walaupun router dimulai ulang atau koneksi tersambung kembali.
Paket internet bisnis
Paket ini mungkin menyediakan:
Provider Independent IPv6
Organisasi besar dapat mengajukan blok alamat sendiri kepada pengelola alamat internet. Penggunaan seperti ini dapat melibatkan biaya keanggotaan, administrasi, ASN, dan koneksi BGP.
VPS atau tunnel IPv6
Ketika ISP lokal belum menyediakan IPv6, pengguna dapat menyewa VPS atau layanan tunnel yang memberikan konektivitas IPv6.
Jadi, yang dibayar biasanya adalah layanan, kestabilan, dukungan, atau koneksi khususnya—bukan karena setiap IPv6 memiliki harga tersendiri.
Bisa, selama ISP menyediakan IPv6 dalam paket internet pelanggan.
Pada jaringan rumah atau sekolah, MikroTik dapat meminta prefix IPv6 secara otomatis kepada ISP menggunakan DHCPv6 Prefix Delegation.
Contoh konsepnya:
ISP memberikan:
2404:8000:1234:5600::/56
MikroTik membaginya menjadi:
2404:8000:1234:5601::/64 → jaringan guru
2404:8000:1234:5602::/64 → jaringan siswa
2404:8000:1234:5603::/64 → jaringan server
2404:8000:1234:5604::/64 → jaringan CBT
DHCPv6 Prefix Delegation memang digunakan ISP untuk memberikan prefix IPv6 kepada router pelanggan. Prefix tersebut dapat bersifat dinamis atau persisten, bergantung kebijakan ISP. (APNIC Blog)
Pada MikroTik, permintaan prefix secara umum dapat dibuat seperti berikut:
/ipv6 dhcp-client
add interface=ether1-WAN \
request=prefix \
pool-name=pool-ipv6 \
add-default-route=yes
Kemudian prefix dari ISP dapat digunakan pada interface LAN:
/ipv6 address
add from-pool=pool-ipv6 \
interface=bridge-LAN \
advertise=yes
Nama interface harus disesuaikan dengan konfigurasi router.
Apabila ISP benar-benar memberikan Global Unicast Prefix, alamat tersebut merupakan alamat global dan dapat dirutekan melalui internet IPv6.
Namun, terdapat beberapa kemungkinan:
Prefix dapat berubah ketika koneksi terputus atau router memperoleh lease baru.
Contoh hari pertama:
2404:8000:1111:1200::/56
Kemudian berubah menjadi:
2404:8000:2222:3400::/56
Jenis ini tetap merupakan alamat global, tetapi kurang nyaman untuk server karena alamatnya dapat berubah.
Prefix tetap dan tidak berubah. Jenis ini lebih cocok untuk:
Prefix statis lebih sering tersedia pada paket bisnis, tetapi kebijakan setiap ISP berbeda.
Ada ISP yang telah menyediakan IPv6 pada modem bawaan, tetapi belum memberikan Prefix Delegation dengan baik kepada router tambahan.
Akibatnya, modem memperoleh IPv6, tetapi MikroTik di belakang modem belum tentu memperoleh prefix yang dapat dibagikan ke LAN.
Jika ISP belum menyediakan IPv6, MikroTik tidak dapat memperoleh Global Unicast IPv6 secara langsung dari ISP tersebut.
Tidak. ISP memang menggunakan Global Unicast untuk jaringan mereka sendiri, tetapi juga dapat mendelegasikan sebagian prefix kepada pelanggan.
Contoh pembagiannya:
Prefix milik ISP:
2404:8000::/32
Diberikan kepada wilayah:
2404:8000:1000::/40
Diberikan kepada pelanggan sekolah:
2404:8000:1234:5600::/56
Sekolah kemudian membaginya menjadi subnet /64:
2404:8000:1234:5601::/64 → LAN administrasi
2404:8000:1234:5602::/64 → LAN siswa
2404:8000:1234:5603::/64 → server
Dengan demikian, IPv6 tidak hanya digunakan untuk pengalamatan internal ISP. Sebagian ruang alamat tersebut memang disiapkan untuk diberikan kepada pelanggan.
Secara pengalamatan, perangkat yang memiliki Global Unicast IPv6 dapat memiliki jalur langsung ke internet tanpa NAT. Namun, hal tersebut tidak berarti otomatis terbuka dan dapat diakses siapa pun.
Akses tetap dipengaruhi oleh:
Ini sangat penting karena pada IPv6, keamanan tidak boleh bergantung pada NAT.
Contoh:
CBT Server:
2404:8000:1234:5603::200
Walaupun server memiliki Global Unicast IPv6, MikroTik sebaiknya tetap membatasi akses:
/ipv6 firewall filter
add chain=forward \
connection-state=established,related \
action=accept
add chain=forward \
connection-state=invalid \
action=drop
add chain=forward \
in-interface=ether1-WAN \
dst-address=2404:8000:1234:5603::200 \
protocol=tcp \
dst-port=443 \
action=accept \
comment="Izinkan HTTPS ke CBT"
add chain=forward \
in-interface=ether1-WAN \
action=drop \
comment="Blokir akses IPv6 lain dari internet"
Alamat dan interface tersebut hanya contoh. Firewall IPv6 harus dirancang dengan hati-hati karena ICMPv6 juga memiliki fungsi penting dan tidak boleh diblokir seluruhnya. Dokumentasi MikroTik menyediakan aturan dasar firewall IPv6, termasuk penerimaan DHCPv6 Prefix Delegation dan penanganan koneksi invalid. (MikroTik Help)
Misalnya ISP memberikan prefix:
2404:8000:1234:5600::/56
Sekolah menetapkan jaringan server:
2404:8000:1234:5603::/64
CBT Server dapat memperoleh alamat:
2404:8000:1234:5603::200
CBT Server kemudian memiliki dua alamat:
IPv4 private:
192.168.0.200
IPv6 Global Unicast:
2404:8000:1234:5603::200
Akses lokal IPv4:
http://192.168.0.200
Akses IPv6:
http://[2404:8000:1234:5603::200]
Tanda kurung siku diperlukan ketika alamat IPv6 ditulis di dalam URL.
Apabila menggunakan port tertentu:
http://[2404:8000:1234:5603::200]:8080
Namun, untuk server CBT, lebih baik menggunakan nama domain dan HTTPS daripada meminta pengguna mengetik alamat IPv6 yang panjang.
IP Cloud atau DDNS MikroTik dapat membantu memberikan nama DNS bagi router, tetapi pengguna tetap harus memeriksa:
DNS hanya menerjemahkan nama menjadi alamat. DNS tidak otomatis membuka firewall atau membuat server dapat diakses.
Global Unicast IPv6 adalah alamat IPv6 yang dapat dirutekan melalui internet, mirip dengan IP public pada IPv4.
Bagi pelanggan internet:
Dengan demikian, versi gratis dapat digunakan apabila ISP telah menyediakan IPv6 dan Prefix Delegation. Untuk CBT Server yang harus selalu dapat diakses dari luar, prefix IPv6 statis lebih ideal. Namun, untuk praktik pembelajaran, prefix dinamis dari ISP sudah cukup untuk mempelajari cara kerja IPv6, DHCPv6-PD, routing, DNS, dan firewall.